Langsung ke konten utama

Electricity 4.0 untuk Menuju Net-Zero Emission

Innovation Summit Indonesia 2021 dari Schneider Electric

Hai moms!

Sebagai bagian dari ambisi untuk mendorong inovasi berkelanjutan dan membangun roadmap net-zero emission, Schneider Electric mendorong perusahaan di berbagai sektor untuk berinovasi dan beralih ke sistem terbuka.

Schneider Electric pun membeberkan langkah-langkahnya pada acara Innovation Summit Indonesia 2021. Pada acara ini, Schneider Electric memperkenalkan inovasi digital untuk pengurangan karbon di rumah, gedung, data center, jaringan listrik, dan industri.

Business Vice President Power Products and Digital Energy Schneider Electric Indonesia and Timor Leste Martin Setiawan mengatakan, bangunan atau gedung merupakan landasan dekarbonisasi global yang mengonsumsi lebih dari 50 persen listrik, sepertiga energi, dan menyumbang 40 persen emisi karbon global.

Baca juga: Langkah Schneider Electric Dukung Perusahaan Lintas Industri Capai Keberlanjutan Bisnis

“Oleh karena itu, optimalisasi proses operasional dan percepatan pengambilan keputusan berbasis data real-time perlu menjadi standar industri,” kata Martin.

Pasalnya, lanjut Martin, 90 persen waktu karyawan dihabiskan di dalam ruangan. Penting bagi perusahaan untuk membangun bangunan masa depan yang berkelanjutan, efisien, tangguh, dan people centric.

“Schneider Electric melalui EcoStruxure for Buildings telah merancang, membangun, dan mengelola bangunan untuk memenuhi keempat tantangan tersebut. Kami menciptakan standar baru untuk bangunan masa depan,” jelasnya.

Sektor industri

Sementara itu di sektor industri, Business Vice President Industrial Automation Schneider Electric Indonesia and Timor Leste Hedi Santoso menekankan perlun adanya perubahan langkah dalam efisiensi dan kelincahan melalui kecerdasan buatan, teknologi digital twin, wawasan manusia yang didukung oleh kecerdasan analitik yang canggih, dan perangkat lunak industri agnostic.

“Sektor manufaktur harus merangkul next generation automation berlandaskan ‘automasi universal’. Caranya dengan mengadopsi standar terbuka secara luas untuk menciptakan inovasi serta meningkatkan efisiensi, ketahanan, produktivitas, kelincahan, dan keberlanjutan,” kata Hedi.

Baca juga: Begini Pengelolaan Edge Data Center yang Cerdas dan Berkelanjutan

Adapun Schneider Electric mewujudkan automasi universal tersebut melalui solusi EcoStruxure Automation Expert. Ini merupakan sistem automasi industri pertama yang berpusat pada perangkat lunak dengan standar IEC61499.

Dorong percepatan aksi

Sebagai informasi, akhir-akhir ini memang Schneider Electric fokus menyerukan kepada seluruh pemangku kepentingan dunia untuk mempercepat aksi iklim dengan upaya 3-5 kali lebih besar agar dapat mencapai pembatasan kenaikan suhu bumi hingga level 1,5 derajat Celsius.

Cluster President Schneider Electric Indonesia and Timor Leste Roberto Rossi mengatakan, satu-satunya roadmap yang realistis dan tercepat adalah mengombinasikan antara teknologi digital dan elektrifikasi dengan pemanfaatan sumber energi terbarukan untuk mendekarbonisasi bangunan, transportasi, dan industri. Upaya ini dikenal dengan istilah Electricity 4.0.

Baca juga: 1,3 Ton Makanan Terbuang Tiap Tahun, Bagaimana Solusi Mengatasinya?

“Selama 15 tahun terakhir Schneider Electric berhasil mengatasi banyak tantangan sustainability dan mengimplementasikan solusi digital serta listrik terdepan di pabrik Schneider Electric. Oleh karena itu, kami berada di posisi yang baik untuk menjadi mitra tepercaya untuk melangkah lebih cepat dan lebih jauh menjalankan rencana aksi iklim,” ujar Roberto.

Untuk diketahui, Schneider Electric telah menjadi pemimpin dunia dalam efisiensi energi, pengelolaan energi, pengadaan energi terbarukan, pelaporan karbon, penilaian risiko iklim, dekarbonisasi rantai pasokan, serta menyediakan perangkat lunak dan layanan konsultasi kepada lebih dari 30 persen perusahaan Fortune 500.

Beberapa perusahaan tersebut meliputi Johnson & Johnson, Walmart, Faurecia, Kellogg, Takeda, Velux Group, Unilever, dan T-Mobile.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ngeri! Perubahan Iklim Semakin Nyata, Pemerintah Dunia Harus Mempercepat Upaya Dekarbonisasi

Studi riset terbaru Schneider Electric bertajuk The 2030 Imperative: A Race Against Time menunjukkan, dunia harus mengurangi emisi karbon sebesar 30-50 persen pada dekade ini untuk membatasi kenaikan suhu ke ambang batas 1,5 derajat Celcius seperti yang telah ditetapkan oleh Intergovernmental Panel for Climate Change (IPCC) Dampak perubahan iklim yang terjadi akhir-akhir ini memang semakin nyata. Gumpalan es di kutub terus mencair akibat suhu bumi yang kian memanas. Alhasil, hal ini menimbulkan efek domino dengan menyebabkan semakin meningginya batasan air laut di sejumlah wilayah bumi. Banjir bandang dan bencana alam lainnya pun tak terhindarkan. Baca juga:  Yuk Bergerak, Negara Harus Lakukan 3 Tindakan Atasi Perubahan Iklim Bila upaya dekarbonisasi tidak dilakukan segera, hal lebih buruk mungkin bisa terjadi. Chairman and CEO Schneider Electric Jean-Pascal Tricoire mengatakan, dunia harus mempercepat dekarbonisasi dan mengurangi separuh emisi karbon dioksida pada 2030. “Untuk m

Begini Pengelolaan Edge Data Center yang Cerdas dan Berkelanjutan

Hai moms! Adopsi  edge data center  memperlihatkan tren pertumbuhan seiring dengan hadirnya jaringan 5G yang semakin memaksimalkan potensi  edge  dalam mengurangi latensi, memastikan koneksi yang selalu terhubung, serta melakukan penyimpanan dan pengelolaan data yang lebih dekat dengan pengguna akhir. Meskipun edge data center  merupakan salah satu solusi teknologi yang kian banyak dimanfaatkan oleh banyak perusahaan, penerapan teknologi ini perlu didukung dengan pengelolaan cerdas dan berkelanjutan. Data International Data Corporation (IDC) menunjukkan, pasar global untuk  edge computing  akan bertumbuh secara masif dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 12,5 persen per tahun menjadi sekitar 250,6 miliar dollar AS atau setara Rp 3.566 triliun pada 2024. Baca juga:  Schneider Electric Dukung PLN Tingkatkan Efisiensi dan Produktivitas Pendistribusian Listrik ke Seluruh Indonesia Terlepas dari potensi pertumbuhannya yang besar,  edge data center  diperkirakan akan menyumbang konsumsi