Langsung ke konten utama

Postingan

Penerapan IoT dan Edge Computing di Industri Pertambangan

Untuk mendukung konvergensi teknologi informasi (IT) dan teknologi operasional (OT), industri pertambangan perlu menerapkan Industrial Internet of Things (IIoT) dan jaringan  edge computing . Jaringan IIoT mengirimkan data yang diambil dari sensor di lokasi. Sementara, jaringan  edge  memproses dan menganalisis data tersebut secara  real-time . Transformasi digital pada sektor pertambangan memang bukanlah tugas yang mudah. Ini membutuhkan banyak perencanaan dan visi. Teknologi lama, seperti peralatan listrik dan protokol komunikasi perlu diperbarui. Perusahaan pun sekarang minimal harus menggunakan Windows 10 dan mesin virtual yang terhubung ke infrastruktur cloud serta jaringan edge computing . Baca juga:  Usaha Berkelanjutan Schneider Electric Buahkan Hasil Penghargaan Sebagai Great Place To Work Protokol yang lebih baru mendukung konvergensi IT dan OT serta memungkinkan manajemen jarak jauh dan akses data yang lebih mudah. Dengan demikian, pembaruan jaringan adalah kunci untuk
Postingan terbaru

Yuk Bergerak, Negara Harus Lakukan 3 Tindakan Atasi Perubahan Iklim

Hai moms! Sedih ya, akhir-akhir ini banyak fenomena buruk yang terjadi di bumi kita tercinta. Kayak hujan di musim kemarau, udara panas di musim hujan, atau mencairnya es di kutub. Moms harus tahu, kejadian-kejadian ini menunjukkan dampak pemanasan global. Sebagai informasi, Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menunjukkan bahwa emisi global perlu dikurangi sebanyak 30-50 persen pada 2030. Hal ini harus diperjuangkan untuk membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5 derajat. Baca juga:  Usaha Berkelanjutan Schneider Electric Buahkan Hasil Penghargaan Sebagai Great Place To Work Dengan kata lain, jika seluruh negara ingin menganggap serius tujuan Perjanjian Paris, semua pihak harus serius membuat kemajuan substansial pada 2030. Namun, ada yang lebih menjadi fokus utama. Riset terbaru yang dilakukan oleh Schneider Electric menunjukkan bahwa pengurangan emisi 3-5 kali diperlukan agar kita berada di jalur yang tepat untuk memenuhi targe

Sambut Industri 4.0, System Integrator Harus Punya Sertifikasi Industrial Edge Computing

Hai moms! Perusahaan global terkemuka dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan automasi,  Schneider Electric  mengadakan sertifikasi Industrial Edge Computing untuk mendukung system integrator memperkuat keahliannya terkait penerapan dan integrasi  edge computing  sebagai bagian dari kebutuhan transformasi digital industri.  Adapun sertifikasi tersebut terbuka untuk semua system integrator dan dapat mendaftar melalui  mySchneider Personalized Experience .  Business Vice President Secure Power Schneider Electric Indonesia and Timor Leste Yana Achmad Haikal mengatakan, penerapan  edge computing  di sektor industri diperkirakan akan terus meningkat. Baca juga:  Solusi Transparansi dan Efesiensi Smart Water Management di Indonesia Sebab,  efektivitas  edge computing  dapat mengurangi latensi dan menghadirkan kecepatan serta ketahanan untuk mendukung automatisasi, kecerdasan buatan, pembelajaran mesin, dan teknologi Industri 4.0. “Untuk mengambil peluang tersebut, system integ

Usaha Berkelanjutan Schneider Electric Buahkan Hasil Penghargaan Sebagai Great Place To Work

Hai moms! Enam kantor  Schneider Electric  di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia, baru saja mendapatkan penghargaan sebagai tempat terbaik untuk bekerja atau  Great Place to Work .  Sertifikasi itu menjadi sebuah pencapaian dan pengakuan atas usaha berkelanjutan Schneider Electric dalam membangun perusahaan terbaik bagi karyawan   dengan memberikan tujuan bermakna, menjunjung budaya inklusi, berdaya, dan mandiri. Untuk diketahui, Great Place to Work merupakan sebuah organisasi global yang berfokus pada penilaian budaya perusahaan. Sejak 1992, organisasi ini telah menyurvei lebih dari 100 juta karyawan di seluruh dunia. Great Place to Work juga membantu organisasi dan perusahaan mengukur budaya mereka serta menciptakan pengalaman kerja lebih baik guna menghasilkan produktivitas lebih optimal. Baca juga:  Wajib Didukung! Schneider Electric Semakin Ambisius dengan Komitmen Dekarbonisasi Beberapa waktu lalu, Great Place to Work telah melakukan survei kepada lebih dari 11.000 karyawan

Ini Alasan Bank Digital Harus Menggunakan Teknologi Prefabricated Data Center dari Schneider Electric

Hai moms! Pertumbuhan layanan perbankan digital di Indonesia memiliki potensi yang besar. Sebab, masih banyak masyarakat yang belum memiliki akses terhadap layanan perbankan. Menurut Bank Dunia, sekitar 95 juta orang Indonesia belum memiliki rekening bank. Uniknya, dari 95 juta orang tersebut, 60 juta di antaranya memiliki telepon selular. Dengan akses seluler dan internet, layanan keuangan digital disinyalir dapat menjadi solusi tepat dalam menjembatani penyediaan akses layanan yang belum terjamah oleh bank konvensional. Business Vice President Secure Power Schneider Electric Indonesia and Timor Leste Yana Achmad Haikal mengatakan, potensi itu memicu percepatan adopsi teknologi untuk pengembangan inovasi layanan perbankan digital. Baca juga:  Solusi Transparansi dan Efesiensi Smart Water Management di Indonesia Hal tersebut memunculkan tantangan baru bagi sektor perbankan dalam mempersiapkan infrastruktur digital. Pelaku perbankan perlu membangun data center yang dapat seflek

Solusi Transparansi dan Efesiensi Smart Water Management di Indonesia

Hai moms! Pemanfaatan energi bersih dan digitalisasi menjadi salah satu cara yang bisa diterapkan untuk mewujudkan pengelolaan air yang ramah lingkungan. Dengan cara ini, sektor industri air minum dapat meningkatkan ketahanan operasional, menurunkan emisi karbon, dan menjaga keberlanjutan ketersediaan air bersih. Perusahaan global terkemuka dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan automasi Schneider Electric pun bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dalam memanifestasikan proses transformasi menuju Smart Water Management. Baca juga:  Sekarang Eranya Electricity 4.0, Saatnya Manfaatkan Digitalisasi untuk Kurangi Emisi Karbon Dalam kolaborasi itu, Schneider Electric akan menjadi mitra strategis dalam mengembangkan solusi terintegrasi dan berbagi pengetahuan serta pengalaman yang relevan untuk diterapkan di Indonesia. Business Vice President Industrial Automation Schneider Electric Indonesia

Sekarang Eranya Electricity 4.0, Saatnya Manfaatkan Digitalisasi untuk Kurangi Emisi Karbon

Schneider Electric   mengajak sektor korporasi untuk segera mengambil tindakan nyata dalam membangun masa depan rendah karbon. Caranya, dengan mengakselerasi penerapan solusi digital untuk pengelolaan energi yang lebih cerdas dan efektif, pemanfaatan energi bersih, serta mengadopsi sistem evaluasi terukur atas strategi perubahan iklim. Inefisiensi  energi hingga saat ini masih kurang mendapatkan perhatian bila dibandingkan dengan sampah plastik, sisa makanan, dan sampah tekstil. Baca juga:  Jangkau Daerah Terpencil, Perusahaan Wajib Manfaatkan Jaringan Sistem Edge Computing Padahal, International Energy Agency menyebutkan bahwa hanya sepertiga dari total energi yang diproduksi diubah menjadi energi yang dikonsumsi oleh transportasi, industri, bangunan, dan perangkat. Sementara sisanya hilang atau terbuang dalam proses produksi dan transmisi. Bila jumlah energi yang hilang dapat dikurangi dan penggunaannya lebih efisien, emisi karbon diperkirakan dapat dikurangi hingga setengahn