Langsung ke konten utama

Rumah Sakit Harus Mulai Terapkan Teknologi Cyber Security

Teknologi EcoStruxure for Healthcare dari Schneider Electric

Hai moms!

Diberitakan Computer Weekly, serangan siber naik 48 persen pada 30 Januari 2020 di Amerika Serikat (AS) sejak pengumuman kasus pertama Covid-19 di sana. Dengan kasus-kasus tersebut, pandemi telah mendorong urgensi rumah sakit dalam penerapan cyber security.

Ya, peningkatan cyber security merupakan salah satu kekuatan utama yang dibutuhkan penyedia layanan kesehatan untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan dan ancaman di masa depan.

Baca juga: Fungsi Teknologi Edge Computing dalam Mengurangi Biaya Operasional Perusahaan

Schneider Electric melalui laman resminya mencatat bahwa sistem kesehatan cenderung memfokuskan upaya keamanan siber pada sistem IT, termasuk data pasien dan informasi keuangan.

Meskipun area itu jelas memerlukan perhatian yang berkelanjutan dan serius, Schneider Electric juga mendorong penyedia layanan kesehatan untuk mengoptimalkan keamanan siber pada sistem teknologi operasional (OT) mereka.

Pendekatan kohesif dan holistik terhadap keamanan siber yang mencakup semua aspek IT dan OT adalah cara paling cerdas bagi rumah sakit untuk mengembangkan ketahanan yang diperlukan untuk menangkal gangguan yang tidak diinginkan.

Salah satu strategi yang bisa pihak rumah sakit gunakan dalam mengoptimalkan keamanan siber mereka adalah bekerja sama dengan pihak vendor yang ahli dalam teknologi cyber security, seperti Schneider Electric.

Dengan teknologi EcoStruxure for Healthcare, Schneider Electric dapat membantu rumah sakit menavigasi kompleksitas konvergensi IT-OT dan menerapkan strategi keamanan siber holistik yang memadukan kebutuhan kedua bidang secara mulus.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang layanan konsultasi keamanan siber tersebut, moms bisa langsung mengunjungi laman resmi Schneider Electric.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengganti UPS?

Hi moms! Seperti semua peralatan IT lainnya, uninterruptible power supply (UPS) memiliki masa pakai yang terbatas. Rata-rata siklus hidup UPS biasanya adalah 8-10 tahun. Baterai perlu diganti setidaknya 3x selama masa pakainya. Tentu saja, ketika UPS mencapai akhir masa pakai, UPS harus diganti untuk mengurangi waktu henti. Dunia usaha kini dapat menghemat uang dan mengurangi jejak karbon dengan mengganti UPS ke model yang lebih berkelanjutan dan kaya fitur, khususnya di lokasi edge computing . Model UPS yang lebih baru menawarkan banyak keuntungan, seperti lebih kecil, lebih ringan, dan dilengkapi dengan baterai yang memiliki masa pakai lebih lama. Baca juga:  Bagaimana Skema Kredit Karbon yang Dilakukan Indonesia? Untuk membantu mengurangi emisi karbon, beberapa model UPS baru juga dibuat dengan bahan ramah lingkungan, termasuk logam daur ulang. Perkembangan ini penting karena semakin banyak perusahaan yang hanya membeli peralatan yang memenuhi spesifikasi lingkungan yang ...

Menghindari Kebakaran Rumah dengan Teknologi Smart Home

Hi moms! Momen pergantian tahun 2022 ke 2023 terasa berbeda dibandingkan perayaan dua tahun terakhir yang terbatas akibat pandemi Covid-19. Badan Kebijakan Transportasi (Baketrans) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi, potensi pergerakan masyarakat yang bepergian pada liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 mencapai lebih dari 16 persen dari jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 44,17 juta orang. Jumlah tersebut melonjak dua kal i lipat dibandingkan tahun lalu. Besarnya jumlah orang yang bepergian meninggalkan rumah menjadi perhatian khusus bagi keamanan tempat tinggal. Baca juga:  3 Hasil Penelitian Independen Schneider Electric Terkait Aksi Sustainability Industri Salah satu insiden yang kerap menjadi momok adalah kebakaran rumah. Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Keselamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mencatat, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, terdapat sekitar 8.004 peristiwa kebakaran di Jakarta. Distribution  Business Vice President of Schneide...

Elektrifikasi Jadi Solusi Sektor Tambang Mengurangi Jejak Karbon

Hi moms! Industri pertambangan memainkan peran penting dalam perekonomian global dan merupakan penggerak utama transisi energi global. Namun, sektor ini masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil, seperti solar, untuk menggerakkan peralatan dan operasinya. Industri pertambangan bertanggung jawab atas sekitar 4-7 persen emisi karbon global. Peralatan dan operasional bertenaga diesel menyumbang sebagian besar emisi ini. Data International Council on Mining and Metals (ICMM) menunjukkan, 30-80 persen emisi gas rumah kaca dihasilkan oleh sebuah tambang (tergantung pada geografi lokasi tambang dan material yang ditambang). Baca juga:  Schneider Electric Launching Sustainability School di Indonesia Meskipun demikian, sektor pertambangan memiliki peran vital dalam membangun dunia yang lebih berkelanjutan. Sebab, teknologi energi ramah lingkungan, seperti pembangkit listrik tenaga surya, pembangkit listrik tenaga angin, dan kendaraan listrik (EV) membutuhkan lebih banyak loga...